jimmy tuati
Selasa, 15 Oktober 2013
Selasa, 17 September 2013
Tenun Ikat Asal NTT Terkenal Ke Manca Negara
Tenun Ikat Asal NTT Terkenal Ke Manca Negara
[KUPANG] Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lucia Adinda Lebu Raya, tidak henti-hentinya mempromosikan tenun ikat NTT dan menggerakan para pengrajin tenun ikat untuk terus berkarya, inovasi, dan berkreasi.
Apalagi saat ini tenun ikat NTT mulai dikenal di berbagai belahan dunia dan berada di posisi kedua setelah batik.
“Tenunan ikat NTT mulai mendunia dan saat ini berada pada posisi kedua setelah batik,” kata Lucia Adinda Lebu Raya kepada SP di Kupang, Selasa (25/9).
Dia menjelaskan, melihat trend perkembangan tenun ikat yang makin mendunia dan nilai jualnya yang tinggi, Dekranas NTT semakin gencar mempromosikan dan menggerakan para pengrajin untuk terus berkarya.
“Kami terus lakukan promosi dengan mengajak para pengrajin tenun ikat dan kerajinan lain di NTT untuk mengikuti pameran lokal, nasional, bahkan internasional di berbagai event. Sebab tenun ikat NTT dengan pewarna alam mendapat nilai jualnya sangat tinggi serta banyak peminatnya,” jelas Lucia Adinda Lebu Raya.
Sementara itu, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dalam setiap kunjungan ke daerah meminta putera daerah menggunakan pakaian dan motif asli NTT.
“Saya telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) untuk wajib mengenakan motif daerah berupa tenun ikat motif daerah NTT. Dulu hanya satu kali dalam seminggu, sekarang dua kali. Hari Rabu dan Kamis, semua PNS wajib mengenakan motif daerah," jelas Frans Lebu Raya. Sumber : Suara Pembaharuan
Semoga Tenun Ikat NTT Rebut Pasar Global
Semoga Tenun Ikat NTT Rebut Pasar Global
Ibu Lucia Leburaya - Ketua Dekranasda NTT
Menurut Ny Lucia, selama ini tenun ikat NTT telah dipasarkan ke tingkat nasional seperti ke Bali, Yogyakarta, DKI Jakarta, Sulawesi Utara dan Papua, dan produk kerajinan itu mendapat sambutan positif. Namun, mutunya masih perlu mendapat perhatian dari para perajin. "Ke depan pangsa pasarnya perlu diperluas lagi ke berbagai provinsi yang ada di Indonesia, sehingga dikenal luas masyarakat seperti kain batik Indonesia," katanya.
Tentang pasar internasional, Ny. Lucia mengatakan, Dekranasda berencana untuk mengakses dan merebut pangsa pasar di Malaysia, Jepang, Arab Saudi dan pasar internasional lainnya, karena itu perlu dukungan dari berbagai pihak, baik yang ada di NTT maupun Indonesia. "Kita perlu memiliki obsesi yang tinggi untuk mengembangkan produk kerajinan rakyat ini sebagai bentuk dukungan terhadap usaha perajin, terutama kaum perempuan yang memiliki keahlian di bidang seni budaya ini," katanya.
Isteri Gubernur NTT ini lebih lanjut mengatakan, selain merebut pangsa pasar, para perajin juga diarahkan dengan berbagai cara untuk menumbuhkan jiwa usaha, sehingga hasil kerajinan seperti tenun ikat dapat dijual. "Selain memberikan pendidikan dan latihan (diklat) kewirausahaan para perajin juga dikirim untuk mengikuti magang ke provinsi-provinsi yang telah sukses mengantar motif daerahnya ke pasar internasional, seperti Bali dan Yogyakarta dan daerah lainnya," katanya.
Ketua Gerakan Perempuan Sarinah NTT ini, mengatakan, tenun ikat NTT memiliki ragam serta corak yang bervariasi, serta ciri khasnya berbeda-beda satu suku dengan suku lainnya di NTT. "Umumnya tenun ikat terbuat dari benang yang dipintal dari bahan kapas dan diwarnai secara tradisional. Kualitas kain, kerumitan corak serta diameter kain menjadi patokan dalam menentukan harga tenun ikat ini," katanya.
Harga tenun ikat ini, katanya, biasa berada pada kisaran Rp 100.000 hingga Rp 2.000.000. Kualitas tenun terbaik biasanya didapat langsung dari para penenun yang berada di pedalaman NTT. "Tenun ikat ini biasa digunakan untuk hiasan baik pada dinding, meja, lemari, tempat tidur ataupun untuk membuat busana bercorak adat," katanya.
SUMBER : Kompas.com
Peringatan Hari Kartini Ke-109 Tahun 2013
Dekranas Provinsi NTT turut ambil bagian pada Kegiatan Dharma Wanita
Persatuan Provinsi NTT Peringatan Hari Kartini Ke-109 Tahun 2013,
“Pemberdayaan Dan Kebangkitan Perempuan Dalam Kekinian” Kupang 22 April
2013.
Dekranas
Provinsi NTT Memakai Pakian Adat Kab. Sabu Raijua dan mendapatkan Juara
Harapan 1 pada kegitan Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTT Peringatan
Hari Kartini Ke-109 Tahun 2013 yg diselenggarakan di Aula El Tari 22
April 2013.
NTT saat ini semakin tergerus arus globalisasi. Globalisasi yang terus
menyerang Generasi muda di berbagai daerah NTT, Generasi muda kita kini
semakin terlena oleh buaian manis teknologi modern yang juga akibat
arus globalisasi. Bukan hanya teknologi modern, tetapi fenomena yang
kini terjadi dimana generasi muda kita lebih menyukai produk buatan luar
Daerah Maupun Luar negeri.
Disinilah sangat dibutuhkan peran serta seluruh komponen Masyarakat,
Untuk melestarikan adat dan budaya yang dimiliki Masyarakat Nusa
Tenggara Timur.
Cintailah Budaya Kita…..
Cintailah Budaya Kita…..
Tenun Ikat Asal NTT Segera Dipatenkan
Dewan Kerajinan Nasional Daerah Nusa
Tenggara Timur (NTT) akan mempatenkan hak cipta tenun ikat dari puluhan
ribu penenun yang ada di daerah itu.
"Kami akan patenkan tenun ikat khas NTT ini," kata Ketua Dekranasda NTT, Lusia Lebu Raya kepada Tempo di Kupang, Rabu, 24 Oktober 2012.
Dekranasda, menurut Lusia, masih menginventarisir jumlah pengrajin tenun ikat serta beragam motif tenun ikat dari berbagai daerah dengan mencari tahu siapa pembuatnya dan sejarah tenun ikat itu. "Kami masih inventarisir jumlah dan penenunnya," kata Lusia.
Dia mengaku agak kesulitan, karena motif tenun ikat dari setiap kabupatehn dan kota di NTT sangat beragam dan jumlahnya cukup banyak. Misalnya, di Kabupaten Alor, terdapat 80 motif tenun ikat, sehingga harus dicari tahu siapa pembuatnya dan apa kisah dari motif itu. "Ini merupakan syarat-syarat yang harus di penuhi untuk hak paten," katanya.
Namun, dia menjamin tenun ikat asal NTT tidak akan di jiplak oleh pihak lain, karena sudah ada kesepakatan (MoU) dengan kementrian hukum dan HAM. Berdasarkan inventarisir Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTT, ada 52 ribu penenun yang hak cipta tenun ikatnya belum di patenkan.
Internasional Intitute for Asian Studies Leiden Netherland, Yetti Haning mengatakan walaupun tenun ikat di NTT belum di patenkan, namun Unesco telah mengakui tenun ikat NTT sudah menjadi budaya daerah. "Tenun ikat diakui Unesco sebagai budaya masyarakat NTT," katanya.
"Kami akan patenkan tenun ikat khas NTT ini," kata Ketua Dekranasda NTT, Lusia Lebu Raya kepada Tempo di Kupang, Rabu, 24 Oktober 2012.
Dekranasda, menurut Lusia, masih menginventarisir jumlah pengrajin tenun ikat serta beragam motif tenun ikat dari berbagai daerah dengan mencari tahu siapa pembuatnya dan sejarah tenun ikat itu. "Kami masih inventarisir jumlah dan penenunnya," kata Lusia.
Dia mengaku agak kesulitan, karena motif tenun ikat dari setiap kabupatehn dan kota di NTT sangat beragam dan jumlahnya cukup banyak. Misalnya, di Kabupaten Alor, terdapat 80 motif tenun ikat, sehingga harus dicari tahu siapa pembuatnya dan apa kisah dari motif itu. "Ini merupakan syarat-syarat yang harus di penuhi untuk hak paten," katanya.
Namun, dia menjamin tenun ikat asal NTT tidak akan di jiplak oleh pihak lain, karena sudah ada kesepakatan (MoU) dengan kementrian hukum dan HAM. Berdasarkan inventarisir Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTT, ada 52 ribu penenun yang hak cipta tenun ikatnya belum di patenkan.
Internasional Intitute for Asian Studies Leiden Netherland, Yetti Haning mengatakan walaupun tenun ikat di NTT belum di patenkan, namun Unesco telah mengakui tenun ikat NTT sudah menjadi budaya daerah. "Tenun ikat diakui Unesco sebagai budaya masyarakat NTT," katanya.
Sumber : tempoInteraktif.com
Dari Hobbi Menjadi Bisnis
Dekranasda Provinsi Ntt Turut Memeriakan Hut RI Ke-68 Pameran
Fatululi
“Dari Hobbi Menjadi Bisnis”
Kerajinan Daur Ulang Sampah An Organik
Kreatif Dan Ketekunan Anda Dalam Merangkai Limbah Rumah Tangga
Akan Menjadi Produk Baru Yang Memiliki Nilai Ekonomis Lebih Tinggi
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan
baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya
dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru,
mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi,
kerusakan lahan, dan emisi
gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses
pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah
padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan,
Pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle).Daur ulang sampah anorganik dapat kita lakukan sebagai salah satu wujud kepedulian kita terhadap keberadaan sampah yang semakin hari semakin menggunung dan mengkhawatirkan. Dapat dikatakan demikian karena keberadaan sampah yang demikian itu dapat memberikan dampak yang sangat buruk baik bagi kehidupan kita, lingkungan kita, maupun bumi kita. Sampah dapat menjadi begitu membahayakan dkehidupan kita karena zat-zat yang dikandungnya yang bersifat destruktif dan beracun jika dibiarkan dalam jangka waktu lama. Sampah itu sendiri merupakan segala macam material yang sudah tidak kita gunakan setelah melalui sebuah proses penggunaan. Kita menganggap material-material tersebut sudah tidak memiliki nilai guna sehingga kita putuskan untuk membuangnya.
A.
Pengertian Sampah Anorganik
Sampah
anorganik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara
biologis sehingga penghancurannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Sampah
anorganik berasal dari SDA tak terbaharui seperti mineral dan minyak bumi, atau
proses industry. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastic
dan alumunium. Sebagian zat organik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan
oleh alam, sedangkan sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang
sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol,
botol plastik, tas plastik dan kaleng.
B. Jenis-jenis
Sampah Anorganik
Contoh sampah dari
sampah anorganik adalah : potongan-potongan atau pelat-pelat dari logam,
berbagai jenis batu-batuan, pecah-pecahan gelas, tulang-belulang, kaleng bekas,
botol bekas, bahkan kertas, dan lain-lain.
C. Dampak
Sampah Anorganik
Ø Gangguan
Kesehatan
Timbunlah sampah yang dapat menjadi
tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi dan dapat
menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus.
Ø Menurunnya
kualitas lingkungan.
Ø Menurunnya
estetika lingkungan Timbunlah sampah yang berserakan, agar lingkungan tampak
indah.
Ø Terhambatnya
pembangunan Negara.
D. Cara
Mengolah Sampah Anorganik
Ø Sampah
kertas
Sampah kertas bisa
dikumpulkan menjadi satu bagian yang dipisahkan dari sampah lainnya. Entah
selanjutnya dibuang ke tempat sampah atau dijual ketukang loak, minimal kita
sudah memudahkan langkah para pengelola sampah untuk melakukan pengolahan
tingkat lanjut. Kumpulan sampah kertas bisa dibuat berbagai macam jenis
kerajinan tangan, seperti topeng, patung dan kertas daur ulang. Nilai jual
sampah kertas daur ulang lebih tinggi dari sekedar sampah kertas biasa. Kertas
daur ulang bisa dijual ke pengrajin sebagai bahan pembuat kerajinan tangan atau
anda sendiri yang membuat karya seni yang menghasilkan.
Ø Sampah
botol
Botol beling memiliki
nilai tinggi, apalagi masih utuh. Jika sudah tidak bisa utuh akan didaur ulang
lagi bersama dengan berbagai jenis kaca lainnya untuk dicetak menjadi botol
baru. Harga sampah botol bekas minuman lebih rendah karena bentuknya khusus
sehingga pembelinya terbatas perusahaan minuman itu. Botol kecap lebih mahal
karena banyak produk yang bis adikemas dengan botol itu. Usaha botol bekas juga
member peluang kerja bagi ibu-ibu sebagai pencuci botol.
Ø Sampah
plastic
Sampah plastik
dijadikan menjadi satu. Dipisahkan dari plastik basah dan plastik kering.
Plastik yang kering bisa dibakar dan yang basah bisa dibakar pula.
| Add caption |
Label:
Dekranasda Prov. NTT
Lokasi: indonesia
Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)





