Selasa, 17 September 2013

Tenun Ikat Asal NTT Terkenal Ke Manca Negara

Tenun Ikat Asal NTT Terkenal Ke Manca Negara

Ketua Dekranas NTT, Lucia Adinda Lebu Raya (kiri), melihat hasil kerajinan tenun ikat motif daerah NTT di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada. [Yos Kelen) Ketua Dekranas NTT, Lucia Adinda Lebu Raya (kiri), melihat hasil kerajinan tenun ikat motif daerah NTT di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada.

[KUPANG] Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  Lucia Adinda Lebu Raya, tidak henti-hentinya mempromosikan tenun ikat NTT dan menggerakan para pengrajin tenun ikat untuk terus berkarya, inovasi,  dan  berkreasi.

Apalagi saat ini tenun ikat NTT mulai dikenal di berbagai belahan dunia dan berada di posisi kedua setelah batik.

“Tenunan ikat NTT mulai mendunia dan saat ini berada pada posisi kedua setelah batik,” kata Lucia Adinda Lebu Raya kepada SP di Kupang, Selasa (25/9).

Dia menjelaskan, melihat trend perkembangan tenun ikat yang makin mendunia dan nilai jualnya yang tinggi, Dekranas NTT semakin gencar mempromosikan dan menggerakan para pengrajin untuk terus berkarya.

“Kami terus lakukan promosi dengan mengajak para pengrajin tenun ikat dan kerajinan lain di NTT untuk mengikuti pameran lokal, nasional, bahkan internasional di berbagai event. Sebab tenun ikat NTT dengan pewarna alam mendapat nilai jualnya sangat tinggi serta banyak peminatnya,” jelas Lucia Adinda Lebu Raya.

Sementara itu, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dalam setiap kunjungan ke daerah meminta putera daerah menggunakan pakaian dan motif asli NTT.

“Saya  telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) untuk wajib mengenakan motif daerah berupa tenun ikat motif daerah NTT. Dulu hanya satu kali dalam seminggu, sekarang dua kali. Hari Rabu dan Kamis, semua PNS wajib mengenakan motif daerah," jelas Frans Lebu Raya. Sumber : Suara Pembaharuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar